Rabu, 28 September 2011

Ekspor Batik Indonesia Laris Manis di Negeri Orang

Batik yang merupakan pakaian khas dari negara Indonesia ternyata tidak hanya diminati oleh para wisatawan lokal saja namun juga dicari oleh para wisatawan asing. Amerika Serikat merupakan negara pengimpor batik terbesar dari Indonesia. Negeri Paman Sam itu mengimpor puluhan juta dolar AS produk batik dan tekstil lainnya.


Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan saat ini nilai ekspor batik kain maupun produk turunannya ke pasar AS mencapai US$ 60 juta.
"Kalau sekarang sebetulnya jika kita masukan produk-produk turunan yang lain angka kita menunjukkan US$ 60 juta, ujarnya."


Mari menyebutkan hampir 40% ekspor batik ditujukan untuk negeri Paman Sam, Amerika Serikat untuk kebutuhan fashion dan design. Beliau menyatakan akan melakukan diverifikasi pasar guna meningkatkan ekspor produk asli Indonesia ini. Diverifikasi pasar tersebut meliputi wilayah Afrika dan Asia.
"Kita harapkan ini akan meningkat terus, tapi diluar nilai batik sebagai produk, seperti disampaikan Bapak Presiden sebagai wujud diplomasi Indonesia itu ada nilai yang lebih tinggi lagi. Batik sebagai branding Indonesia," pungkasnya.


Wisatawan mampu memberikan kontribusi terhadap pembelian batik sebesar Rp 1 triliun. Demikian disampaikan Ketua Pembina Batik Indonesia Joop Ave, di pembukaan World Batik Indonesia.
"Saat ini wisatawan memberikan kontribusi dalam pembelian batik sebesar Rp 1 triliun," ujarnya.


Mantan Menteri Parawisata, Pos dan Telekomunikasi ini menyatakan Indonesia diakui sebagai rumah batik dunia. Hal ini karena UNESCO telah mengakui batik sebagai warisan budaya non benda, dan oleh sebab itu World Batik Summit diadakan di Indonesia.


Joop menilai Indonesia sangat tepat menyandang gelar itu. Apalagi Pemerintah saat ini, melalui berbagai kementerian, mendorong pertumbuhan industri batik. Menurutnya, Menteri Perdagangan membuat cetak biru pertumbuhan batik nasional dan upaya Cinta Produk Indonesia. Selain dari Kementerian Perindustrian sejak beberapa tahun terus mendorong pertumbuhan batik nasional. Apalagi ia mengakui bahwa Menteri Pariwisata, Jero Watik, gencar memperkenalkan batik Indonesia.


Selain itu, ia sangat berterima kasih atas dukungan hampir semua menteri lainnya, atas pertumbuhan batik nasional. Joop mengklaim semua ini ialah pesan besar dari Ibu negara Ani Yudhoyono yang terus mendorong pertumbuhan batik nasional. Hal ini lantaran menurut Joop, keindahan batik memang hanya bisa dinilai oleh kaum perempuan.


Data Kementerian Perindustrian tahun 2010 nilai produksi industri batik dalam negeri menembus angka Rp 732,67 miliar atau naik 13% dari periode sebelumnya Rp 648,94 miliar.
Nilai bahan baku industri batik di dalam negeri mencapai RP 403,92 miliar, sementara telah terjadi nilai tambah sebesar RP 340,61 miliar. Pada tahun yang sama tercatat, industri batik mampu menyerap 70.395 orang tenaga kerja atau terus meningkat setiap tahun.


Jadi, kita sebagai bangsa Indonesia patutlah berbangga karena memiliki batik sebagai warisan budaya negara ini.

6 komentar:

  1. batik memang menjadi salah satu icon bangsa yag perlu dikembangkan..... tetapi, yang sangat disayangkan di negara kita sendiri belum mampu menyentuh sampai pada level yang paling bawah akan keindahan batik tersebut. hal ini dikarenakan batik selalu dikaitkan sebagai pakaian para pejabat atau juga pakaian orang tua......

    BalasHapus
  2. justru bila kita lbh jeli lg untuk melihat skrg sdh banyak loh batik yg d bwt untuk kalangan anak muda, bhkn skrg sdh bnyk motif batik yg lbh bervariasi n bentuknya jg tdk hny d bwt sbg kmeja tp jg sdh ada yg berbentuk kaos, jaket bhkn jg d jadikan celana...

    BalasHapus
  3. Ia k Sonny emang sekarang uda ada batik untuk anak muda, tapi kebanyakan anak muda canggung untuk memakainya apa lgi cowok..! sebab mereka merasa bhwa batik selalu di identik dengan org tua seperti katanya pa ketu.

    BalasHapus
  4. Setuju dengan Sonny, justru batik sekarang sudah banyak sekali variasinya untuk menjangkau pasar anak muda. Kalau teman2 ke Solo/Jogja bisa liat berbagai pilihan batik yang menarik.

    BalasHapus
  5. bnr skali apa yg d ktkan oleh bu ida, krn sy sndri pun sdh prnh k sana n mlhtx scr lgsg...
    mksh bu, bwt komentar... :)

    BalasHapus
  6. wah, aku suka skali batik, apalagi yang bercorak anak muda...

    BalasHapus